Ile Lewotolok meletus 215 kali dalam sehari; lava 600 meter ke tenggara
Pengamatan Sabtu hingga pukul 24.00 Wita. Abu 100–500 meter. Imbauan: jangan masuk radius 2–3 kilometer sektor selatan dan tenggara.
Raka Nugraha · Minggu, 27 September 2026 · 11.30 WIB · 89 rb pembaca

LEMBATA — Gunung Ile Lewotolok meletus 215 kali dalam 24 jam hingga Sabtu pukul 24.00 Wita, kata petugas pos pengamatan Yeremias Kristanto Pugel, dikutip Detik pada Minggu. Kolom letusan 100–500 meter, asap putih kelabu. Lava mengalir ke tenggara, 600 meter dari bibir kawah. Selain letusan: 1 guguran, 174 embusan, 4 tremor nonharmonik, 3 tektonik jauh.
Cuaca saat pengamatan cerah hingga berkabut. Angin lemah sampai sedang ke barat daya dan barat. Suhu 24–33 derajat. Asap kawah bertekanan lemah, putih, tinggi 20–100 meter di atas puncak. BPBD Lembata meminta warga mengurangi kegiatan di luar rumah karena abu. Pos pengamatan meminta orang tidak beraktivitas dalam radius 2–3 kilometer di sektor selatan dan tenggara, dan mewaspadai guguran lava serta awan panas di selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
Yang tidak kami naikkan
Tidak ada perubahan status level di keterangan Minggu ini. Tidak ada jumlah pengungsi baru. Pemda Lembata sudah membatasi wisata di kawasan gunung sejak 24 September, menurut ANTARA, terpisah dari hitungan 215 letusan.
Breakout menyusun berita ini dari laporan terbuka Detik dan ANTARA. Foto: kerucut gunung, rekonstruksi redaksi.



